12 November 2025
4 Menit Baca
Kulon Progo, 2025 - Harapan baru tumbuh di tengah masyarakat pedesaan Kulon Progo. Di atas lahan seluas lebih dari 7 hektar di Kalurahan Gulurejo, Kapanewon Lendah, pemerintah tengah menyiapkan pembangunan Sekolah Rakyat, sebuah sekolah berbiaya gratis yang menjadi bagian dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Program ini tidak sekadar proyek infrastruktur, tetapi langkah konkret menghadirkan pendidikan merata untuk seluruh anak bangsa, terutama mereka yang selama ini tertinggal oleh jarak dan biaya.
Pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kementerian PUPR melaksanakan pembangunan Sekolah Rakyat, program nasional yang menyediakan pendidikan gratis mulai jenjang SD hingga SMA.
Sekolah ini menawarkan fasilitas lengkap: asrama, makan bergizi, seragam, hingga perangkat digital pembelajaran modern. Hingga pertengahan tahun 2025, sudah berdiri 166 Sekolah Rakyat dari target nasional 500 titik di seluruh Indonesia.
Program ini merupakan gagasan langsung Presiden Prabowo Subianto, sebagai bagian dari visi “Indonesia Emas 2045” yang menekankan keadilan sosial melalui pemerataan pendidikan.
Pelaksanaan di daerah melibatkan kerja sama lintas instansi, termasuk Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, DPRD Kulon Progo, dan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Pawarta Enggal sebagai penggerak partisipasi publik.
Ketua Komisi II DPRD Kulon Progo menyebut,
“Program ini sangat pro rakyat. Sekolah Rakyat menjadi bukti nyata kehadiran negara di tengah masyarakat.”
Pembangunan fisik Sekolah Rakyat di Kulon Progo dimulai pada pertengahan 2025, dan ditargetkan mulai beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027. Saat ini proyek tersebut sudah memasuki tahap lelang konstruksi dan proses pembebasan lahan telah selesai dengan dukungan masyarakat Gulurejo.
Lokasi Sekolah Rakyat ditetapkan di Kalurahan Gulurejo, Kapanewon Lendah, Kabupaten Kulon Progo.
Wilayah ini dipilih karena mencerminkan karakter pedesaan DIY yang masih membutuhkan pemerataan akses pendidikan. Selain itu, lokasi tersebut dinilai strategis untuk menjadi pusat pendidikan rakyat bagi wilayah barat Yogyakarta.
Tujuan utama program Sekolah Rakyat adalah memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan yang inklusif dan gratis. Masih banyak anak di pedesaan yang berhenti sekolah karena biaya, jarak, dan keterbatasan fasilitas. Dengan Sekolah Rakyat, mereka memperoleh kesempatan setara untuk belajar dan berkembang.
Presiden Prabowo menegaskan, “Tidak boleh ada lagi anak Indonesia yang gagal bersekolah karena tidak mampu. Negara harus hadir untuk mereka.”
Selain aspek pendidikan, program ini juga berfungsi meningkatkan kualitas sumber daya manusia lokal dan membangun kemandirian desa. Sekolah Rakyat diharapkan melahirkan generasi yang memiliki keterampilan kerja, karakter nasionalisme, serta daya saing global.
Sekolah Rakyat dijalankan dengan skema pendidikan gratis total, dibiayai penuh oleh negara.
Calon peserta didik akan diseleksi berdasarkan kriteria ekonomi desil 1 dan 2, yakni keluarga dengan penghasilan terendah. Sekolah akan dilengkapi dengan asrama, laboratorium digital, guru berkompeten, serta kurikulum karakter berbasis gotong royong.
Di tingkat lokal, KIM Pawarta Enggal Kulon Progo berperan besar dalam mendukung sosialisasi program ini. KIM aktif membuat liputan, publikasi digital, dan forum warga seperti “Ngopi Bareng Sekolah Rakyat” yang mempertemukan pemerintah, guru, dan masyarakat. Keterlibatan KIM memastikan masyarakat bukan hanya sebagai penerima manfaat, tetapi juga pelaku perubahan sosial dalam pembangunan pendidikan.
Dampak bagi Masyarakat Kulon Progo
Seorang warga Gulurejo, Sutiyem (47), menyampaikan, “Kami bangga, akhirnya anak-anak desa punya kesempatan sekolah tinggi tanpa takut biaya. Ini mimpi yang dulu tak pernah kami bayangkan.”
Pemerintah daerah masih menghadapi sejumlah tantangan seperti koordinasi lintas lembaga, keterbatasan tenaga pendidik digital, dan perlunya pengawasan agar tepat sasaran.
Namun, dukungan masyarakat melalui KIM dan perangkat desa diyakini menjadi faktor penting untuk menjaga transparansi dan keberlanjutan program.
Program Sekolah Rakyat di Kulon Progo bukan sekadar pembangunan sekolah baru, tetapi wujud nyata dari kehadiran negara di tengah rakyat kecil. Melalui sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan KIM Pawarta Enggal, Kulon Progo kini menjadi simbol bahwa pendidikan bisa menjadi jembatan menuju masa depan yang setara dan berdaya.
Jika berjalan sesuai rencana, Sekolah Rakyat bukan hanya akan melahirkan lulusan berprestasi, tetapi juga generasi yang berkarakter, mandiri, dan cinta tanah air — sebuah langkah besar menuju Indonesia yang benar-benar merdeka dalam pendidikan.