11 November 2025
4 Menit Baca
Kulon Progo — Pemerintah melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto terus memperluas jangkauannya hingga ke tingkat desa. Salah satu pelaksana aktif program ini adalah Puskesmas Temon I, yang menjadi contoh nyata bagaimana layanan kesehatan preventif kini semakin dekat dengan masyarakat.
Program ini memberikan layanan pemeriksaan kesehatan dasar secara gratis untuk seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak sekolah hingga lansia. Tujuan utamanya adalah melakukan deteksi dini penyakit dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan.
Sejak awal tahun 2025, Puskesmas Temon I telah menggelar berbagai kegiatan pendukung program CKG. Kegiatan dimulai dengan bimbingan teknis pemeriksaan kesehatan gratis dan pelatihan penggunaan aplikasi digital “ASIK” bagi tenaga medis, diikuti oleh kegiatan “Aksi Bergizi dan Cek Kesehatan Gratis Anak Sekolah” di beberapa sekolah dasar wilayah Temon.
Dalam kegiatan ini, para siswa mendapatkan layanan pemeriksaan dasar seperti pengukuran tinggi dan berat badan, tekanan darah, kesehatan gigi dan mata, serta edukasi tentang gizi seimbang.
Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan masyarakat sekitar dalam pemeriksaan kesehatan umum dan konsultasi gizi tanpa biaya.
Kepala Puskesmas Temon I menyampaikan, program ini menjadi peluang besar bagi masyarakat untuk mengenal kondisi kesehatannya sejak dini.
“Melalui program CKG, kami dapat menjangkau masyarakat yang selama ini enggan periksa karena faktor biaya. Sekarang layanan kesehatan bisa diakses semua orang tanpa harus menunggu sakit,” ujarnya.
Banyak masyarakat mengira bahwa CKG serupa dengan BPJS Kesehatan. Padahal, keduanya memiliki fokus dan sasaran yang berbeda namun saling melengkapi.
| Aspek | Program CKG (Cek Kesehatan Gratis) | BPJS Kesehatan |
| Fokus Utama | Pemeriksaan dan skrining kesehatan gratis | Pembiayaan pengobatan saat sakit |
| Tujuan | Pencegahan penyakit dan peningkatan literasi kesehatan | Menjamin layanan kesehatan bagi peserta |
| Cakupan | Semua warga tanpa status kepesertaan | Peserta yang aktif membayar iuran |
| Pelaksana | Puskesmas dan fasilitas kesehatan primer | Rumah sakit dan klinik rujukan |
| Manfaat Utama | Deteksi dini penyakit dan edukasi kesehatan | Pengobatan dan perawatan setelah sakit |
Dengan pendekatan promotif dan preventif, CKG lebih menyentuh masyarakat kecil di pedesaan, terutama yang belum terdaftar BPJS atau memiliki keterbatasan biaya.
Sementara BPJS berperan penting dalam menjamin biaya pengobatan, CKG memastikan masyarakat tetap sehat dan terpantau kondisinya sebelum jatuh sakit.
Manfaat Nyata bagi Warga Temon
Program ini memberikan banyak manfaat nyata bagi masyarakat Temon dan sekitarnya.
Salah satu warga Kalurahan Temon Kulon, Triyatno (47), mengaku terbantu oleh program ini.
“Biasanya saya periksa kalau sudah sakit, sekarang bisa cek tekanan darah dan gula darah gratis. Jadi bisa tahu kondisi badan lebih awal,” katanya.
Keberhasilan pelaksanaan program ini di tingkat lokal tidak lepas dari dukungan Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Pawarta Enggal yang aktif membantu menyebarluaskan informasi kepada masyarakat Temon dan sekitarnya.
Melalui kanal media sosial, website, dan siaran komunitas, KIM Pawarta Enggal:
Ketua KIM Pawarta Enggal menjelaskan bahwa peran komunitas informasi sangat penting untuk memastikan informasi program pemerintah dapat diakses secara cepat, akurat, dan terpercaya.
“Kami berkomitmen membantu menyebarkan informasi positif seperti program CKG agar masyarakat tahu dan ikut berpartisipasi. Ini bentuk nyata sinergi KIM dengan pemerintah untuk kemajuan daerah,” jelasnya.
Dengan dukungan KIM, partisipasi masyarakat dalam kegiatan kesehatan meningkat signifikan. Warga menjadi lebih sadar pentingnya memeriksa kesehatan secara berkala dan turut mengedukasi keluarga lainnya.
Puskesmas Temon I juga memanfaatkan Aplikasi Sehat IndonesiaKu (ASIK) sebagai sistem pencatatan digital hasil pemeriksaan. Data tersebut terhubung dengan sistem nasional sehingga pemerintah dapat memantau perkembangan kesehatan masyarakat secara real time.
Langkah ini sejalan dengan visi Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia untuk mendorong transformasi digital di sektor publik, termasuk layanan kesehatan masyarakat.
Program Cek Kesehatan Gratis bukan hanya kegiatan sementara, tetapi investasi jangka panjang untuk menciptakan masyarakat sehat dan produktif. Dengan peran aktif Puskesmas Temon I, dukungan digital dari pemerintah pusat, dan keterlibatan KIM Pawarta Enggal sebagai penggerak literasi informasi di tingkat lokal, masyarakat kini semakin mudah mengakses layanan kesehatan yang manusiawi, gratis, dan berkualitas.
Program ini menunjukkan bahwa kehadiran negara benar-benar dirasakan hingga ke tingkat desa, bukan hanya dalam bentuk kebijakan, tetapi juga melalui tindakan nyata yang menyentuh kehidupan masyarakat sehari-hari.