Koperasi Desa Merah Putih Jadi Motor Kemandirian Ekonomi di Temon Kulon

Oleh: Hina Prasetya
Admin Website

10 November 2025

4 Menit Baca

Kulon Progo — Semangat gerakan nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang diresmikan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kini bergema hingga tingkat akar rumput. Salah satu wujud nyatanya tampak di Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Kalurahan Temon Kulon, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang menjadi contoh nyata penerapan sistem ekonomi gotong royong sesuai amanat Pasal 33 UUD 1945.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya meresmikan 80.081 unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Bentangan, Klaten, Jawa Tengah, sebagai bagian dari upaya besar pemerintah untuk mengembalikan sistem ekonomi rakyat berbasis gotong royong dan kekeluargaan.
Semangat yang sama kini dihidupkan oleh warga Temon Kulon melalui KDMP — koperasi yang tumbuh dari desa, oleh warga, dan untuk warga.

Lurah Temon Kulon, Ari Sasongko Putro R, menyampaikan bahwa KDMP telah menjadi wadah bagi petani, pelaku UMKM, dan generasi muda untuk berkolaborasi dalam membangun ekonomi lokal.
“Kami di Temon Kulon menjadikan koperasi bukan sekadar lembaga ekonomi, tapi gerakan sosial. Warga belajar mengelola usaha bersama, memproduksi, memasarkan, hingga memanfaatkan teknologi digital,” ujarnya.

Sebagai daerah pertanian, Temon Kulon mengandalkan sektor pangan sebagai sumber utama kehidupan. Melalui KDMP, warga tidak hanya menanam padi, tetapi juga menanam semangat kemandirian. Program unggulan KDMP, yakni oven pengering hasil panen berbahan bakar biomassa, menjadi inovasi yang membantu petani mengatasi kerugian pascapanen saat musim hujan.

“Inovasi oven ini lahir dari kebutuhan petani sendiri. Kami membuatnya bersama warga menggunakan bahan lokal dan prinsip ramah lingkungan,” kata Triyatno salah satu anggota KDMP Temon Kulon.

Produk hasil pengeringan seperti cabai, jagung, dan singkong kini diolah menjadi bahan baku UMKM lokal, meningkatkan nilai jual dan ketahanan pangan desa.

Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) menegaskan bahwa gerakan Koperasi Merah Putih akan menjadi motor penggerak ekonomi rakyat yang berpihak pada masyarakat kecil.
KDMP Temon Kulon menjawab semangat itu dengan pendekatan nyata: memperpendek rantai distribusi hasil tani, mendorong produksi bersama, dan menguatkan pengelolaan berbasis digital.

“Semangatnya sama seperti yang disampaikan Presiden dan Menkop, bahwa rakyat harus untung duluan. Kami di KDMP Temon Kulon menjadikan itu prinsip kerja,” kata Ketua KDMP, Muhammad Cahyadi Wijaya

Dalam setiap kegiatan KDMP, KIM Pawarta Enggal berperan penting sebagai jembatan informasi antara koperasi dan masyarakat. KIM aktif menulis berita, membuat video dokumentasi, dan mengedukasi warga tentang pentingnya literasi digital dalam pengelolaan koperasi.
Publikasi ini tidak hanya memperkuat citra positif KDMP, tetapi juga memperluas jangkauan informasi ke masyarakat luar desa.

“Melalui KIM, kami belajar menulis berita sendiri dan menyebarkan kabar baik tentang desa. Jadi masyarakat tahu bahwa koperasi kami benar-benar hidup,” ujar Lindah Prasetya Rahmasari, anggota muda KIM Pawarta Enggal.

Keberhasilan KDMP juga tidak lepas dari dukungan Pemerintah Kalurahan Temon Kulon yang menyediakan fasilitas dan ruang untuk kegiatan warga. Pemerintah mendampingi tanpa mencampuri pengelolaan internal koperasi, sesuai amanat UU No. 25 Tahun 1992 Pasal 60–62.

Langkah kolaboratif ini menciptakan sinergi yang harmonis antara kebijakan, gerakan ekonomi rakyat, dan informasi publik.Dengan dukungan tersebut, KDMP Temon Kulon diharapkan menjadi model koperasi desa yang produktif, transparan, dan berbasis digital di Kulon Progo.

Koperasi Desa Merah Putih Temon Kulon kini terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia dan memperluas jejaring kerja sama dengan koperasi lain di tingkat kabupaten.
Melalui pendampingan dan sinergi bersama, KDMP optimistis menjadi simpul ekonomi baru yang menumbuhkan kesejahteraan masyarakat dari desa.

“Dari Temon Kulon kami buktikan bahwa koperasi bisa menjadi alat perjuangan rakyat. Kami berdiri di atas semangat merah putih — berani berinovasi, tulus bekerja, dan mandiri secara ekonomi,” pungkas Ketua KDMP.

Gerakan Koperasi Merah Putih yang diresmikan Presiden Prabowo kini menemukan bentuk nyatanya di Temon Kulon.Dari desa kecil di Kulon Progo ini, semangat Pasal 33 UUD 1945 dihidupkan kembali: bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar asas kekeluargaan. KDMP Temon Kulon menjadi bukti bahwa perubahan besar dapat dimulai dari desa, dari gotong royong, dan dari tangan warga sendiri.

#ArtikelKIMFEST2025