19 April 2026
2 Menit Baca
Kegiatan pembelajaran budi pekerti bagi anak-anak berlangsung dengan penuh antusias dan keceriaan. Program ini bertujuan menanamkan nilai-nilai moral seperti sopan santun, saling menghargai, serta kepedulian terhadap sesama sejak usia dini. Melalui metode interaktif seperti permainan edukatif, cerita inspiratif, hingga praktik langsung dalam kehidupan sehari-hari, anak-anak diajak memahami pentingnya berperilaku baik.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara KIM Pawarta Enggal, Sanggar Putu Pagerwojo, dan Yayasan Bina Generasi Sejahtera Nusantara (YABIGTEN) sebagai bentuk kepedulian bersama dalam membangun karakter generasi muda.
Selain fokus pada pembentukan akhlak, kegiatan ini juga menjadi upaya nyata dalam mengurangi penggunaan gadget pada anak yang kurang bermanfaat. Anak-anak diajak terlibat dalam aktivitas yang lebih produktif, seperti bermain bersama, belajar nilai kehidupan, serta berinteraksi secara langsung dengan teman sebaya. Hal ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap perangkat digital yang berpotensi mengganggu perkembangan sosial dan emosional anak.
Salah satu narasumber, Joko Suyono, menyampaikan bahwa penggunaan gadget pada anak perlu mendapat perhatian khusus dari orang tua dan lingkungan sekitar.
“Gadget sebenarnya tidak sepenuhnya buruk, tetapi perlu pendampingan dan pembatasan. Kegiatan seperti ini menjadi alternatif positif agar anak-anak memiliki aktivitas yang lebih bermanfaat dan membangun karakter,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pendidikan budi pekerti menjadi fondasi penting dalam menghadapi tantangan era digital saat ini. Dengan bekal nilai moral yang kuat, anak-anak diharapkan mampu bijak dalam menggunakan teknologi serta tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia, aktif bersosialisasi, serta mampu memanfaatkan teknologi secara bijak dan seimbang dalam kehidupan sehari-hari.